Setelah membaca Duri dan Kutuk karya Cicilia Oday
Jumat, 25 September 2026
Saya mulai menulis catatan ini setelah menyelesaikan bagian Duri dalam novel Duri dan Kutuk karya Cicilia Oday. Cicilia menulis dengan cara yang tenang dan jernih. Pembaca bisa memahami tokoh-tokohnya—Eva, Adam, dan Sara—tanpa harus melewati kalimat yang rumit atau kata-kata yang berlebihan. Keindahan prosa Cicilia justru muncul dari ketepatan dan kesederhanaan, bukan dari metafora yang ramai.Set…